Pesan Terakhir Ayah Kata Pengantar Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan kasih-Nya, sehingga cerita sederhana ini dapat terselesaikan dengan baik. Kisah ini lahir bukan sekadar dari imajinasi, tetapi juga dari pengalaman, rasa kehilangan, dan renungan tentang arti keluarga yang sesungguhnya. “Pesan Terakhir Ayah” saya tulis sebagai bentuk penghormatan untuk setiap sosok ayah yang mungkin tak pandai berkata manis, tapi diam-diam berjuang keras demi kebahagiaan anak-anaknya. Untuk setiap anak yang mungkin pernah merasa kehilangan, semoga cerita ini menjadi pelukan hangat yang mengingatkan: cinta orang tua tidak pernah benar-benar pergi, ia hanya berubah bentuk. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung, membaca, dan ikut merasakan setiap emosi dalam cerita ini. Semoga setiap halaman membawa pesan kebaikan dan menguatkan hati siapa pun yang sedang berjuang. Dengan tulus, Kaniensa Dabitan 🕊️ Epilog — Pesan Terakhir Ayah Waktu terus berjalan, tapi kena...