1. Halaman Judul

PELUK TERAKHIR DI PELAMINAN

oleh KANIESNSA DABITAN



2. Halaman Copyright

Copyright © 2025 Kaniesnsa Dabitan

Semua hak cipta dilindungi undang-undang.

Dilarang memperbanyak, menyebarluaskan, menerjemahkan, atau mengadaptasi sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penulis.


3. Kata Pengantar

"Ada cinta yang bahkan maut pun tak mampu memisahkan.

Ini adalah kisah tentang janji yang tak pernah usang,

tentang pelukan yang tetap hidup di antara dua dunia.


Selamat datang di perjalanan haru ini.



4. Daftar Isi



---


DAFTAR ISI


Bab 1 — Cinta yang Tak Pernah Pergi


Bab 2 — Janji di Antara Dua Hati


Bab 3 — Kehilangan yang Menghujam


Bab 4 — Tangisan yang Tak Pernah Kering


Bab 5 — Isyarat dari Alam Lain


Bab 6 — Pertemuan dengan Cinta Baru


Bab 7 — Restu dari Langit


Bab 8 — Peluk Terakhir di Pelaminan


Epilog — Cinta yang Abadi

5. Ucapan Terima Kasih



---


UCAPAN TERIMA KASIH

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah menjadi inspirasi dalam hidup saya, baik yang hadir dalam suka maupun duka.

Terima kasih kepada teman-teman yang terus memberikan semangat, kepada keluarga yang selalu mendukung tanpa syarat, dan kepada Anda — para pembaca — yang telah meluangkan waktu untuk merasakan perjalanan kisah ini.

Semoga cerita ini bisa menemani langkah-langkah kecil dalam perjalanan cinta Anda.



---


6. Tentang Penulis



---


TENTANG PENULIS

KANIESNSA DABITAN adalah penulis yang mencintai kisah-kisah cinta penuh makna, baik yang sederhana maupun yang penuh keajaiban.

Terinspirasi dari pengalaman hidup dan kisah nyata, ia berusaha menghadirkan cerita yang mampu menggetarkan hati dan mengingatkan bahwa cinta sejati tak pernah benar-benar pergi.




Epilog


Peluk Terakhir di Pelaminan


Hari itu, di balik tawa para tamu dan dentingan alat musik, ada satu ruang sunyi di hati Mas Firman.

Meski tangannya kini menggenggam erat tangan Desi — istrinya yang baru — hatinya tahu, ada satu jiwa lain yang juga menggenggamnya dengan cinta... dari tempat yang jauh.


Dalam setiap senyuman Desi, dalam setiap pelukan hangatnya, Mas Firman merasakan kehadiran sang bidadari yang lebih dulu berpulang.

Bukan sebagai bayang-bayang, tapi sebagai restu.

Bukan sebagai kenangan yang menyesakkan, tapi sebagai pelita yang menuntunnya ke bahagia baru.


Malam-malamnya tak lagi sepi.

Tangisnya perlahan berubah menjadi doa-doa.

Cintanya kini bertambah, bukan berkurang.

Satu untuk masa lalu yang selalu dihormati,

dan satu untuk masa depan yang penuh harapan.


Karena dalam hidup, kadang kita belajar bahwa cinta sejati...

bukan hanya tentang siapa yang tetap tinggal,

tetapi tentang siapa yang mengizinkan kita melangkah lagi — tanpa kehilangan rasa.


Di pelaminan itu, Mas Firman memeluk Desi dengan hangat.

Namun jauh di dalam jiwanya, ia juga memeluk bidadarinya...

untuk terakhir kalinya, dengan ikhlas.


Peluk Terakhir di Pelaminan bukan tentang perpisahan,

melainkan tentang kelanjutan cinta — yang bahkan maut pun tak mampu memutuskan.


Selamat membaca & jangan lupa komentar mu mengenai cerita tersebut... 





Bab 1 – Awal yang Penuh Cinta


Mas Firman dan Alya (istrinya yang pertama) memiliki hubungan yang sangat indah. Namun, Alya meninggal dunia saat melahirkan anak pertama mereka.


Mas Firman sangat berduka dan merasa kehilangan, menangis berhari-hari, tidak bisa menerima kepergian Alya.


7-10 tahun kemudian, Mas Firman bermimpi bertemu Alya yang memberi restu untuknya agar bisa menikah lagi, dan mengatakan bahwa ia ikhlas.



Bab 2 – Kenalan dengan Desi


Mas Firman bertemu dengan Desi, seorang wanita yang mulai membuatnya nyaman. Mereka mengenal satu sama lain, dan Mas Firman merasa ada rasa baru yang tumbuh dalam dirinya.


Meskipun merasa sulit untuk move on, Mas Firman akhirnya mencoba membuka hatinya untuk Desi, dengan bekal restu dari Alya.



Bab 3 – Perjuangan Cinta Baru


Mas Firman dan Desi semakin dekat dan merasa nyaman satu sama lain, meskipun masih ada perasaan campur aduk di dalam diri Mas Firman.


Mas Firman mulai merasa bahwa ia bisa mencintai lagi setelah mendapatkan restu dari Alya. Mereka memutuskan untuk menikah.



Bab 4 – Ijab yang Ditemani Arwah


Saat proses ijab kabul, Mas Firman mengalami kejadian mistis, di mana arwah Alya datang menyapanya dengan restu.


Alya mengucapkan selamat dan berpesan untuk menjaga Desi dengan penuh cinta seperti ia menjaga Alya dulu.


Mas Firman merasakan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam sekaligus, ia menangis terharu.



Bab 5 – Bahagia yang Ditunggu


Pernikahan Mas Firman dan Desi berjalan dengan penuh kebahagiaan. Mereka mulai membangun hidup bersama, meskipun perasaan Mas Firman masih sering teringat pada Alya.


Mas Firman akhirnya belajar untuk mencintai Desi tanpa merasa bersalah, karena ia tahu bahwa cinta pertama tak akan pernah hilang, tapi cinta kedua adalah pilihan yang harus dijaga.



Bab 6 – Melangkah Bersama


Mereka melanjutkan hidup bersama dengan penuh kebahagiaan. Mas Firman merasa tidak terperangkap lagi dalam kenangan masa lalu, meskipun ia tetap mencintai Alya.


Desi tidak pernah menuntut lebih, ia hanya ingin berjalan bersama Mas Firman dan mereka menemukan kebahagiaan baru yang mereka ciptakan bersama.



Bab 7 – Langkah Terakhir


Mereka telah sampai pada titik di mana mereka bisa menikmati kebahagiaan bersama dengan anak-anak mereka. Mas Firman menyadari bahwa hidup ini bukan tentang memilih antara masa lalu dan masa depan, tetapi tentang memberi ruang untuk keduanya.


Mas Firman mengucapkan terima kasih kepada Desi karena telah memberinya kesempatan untuk mencintai lagi, dan mereka melangkah maju bersama dengan penuh harapan untuk masa depan.



SELESAI.... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kancanan Bae